HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Cuci Tangan Dengan Sabun, Awal Hidup Sehatmu!

  • Posted by admin
  • 16 October 2018

Hari Cuci Tangan Dengan Sabun Sedunia yang dirayakan setiap 15 Oktober adalah salah satu upaya menggalakkan kegiatan cuci tangan menggunakan sabun yang pertama kali dirintis oleh Public-Private Partnership of Handwashing (PPPHW) sejak 15 Oktober 2008. Sejak itu, setiap tahunnya masyarakat dan pemerintah memanfaatkan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman terhadap pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebagai cara yang mudah, efektif, dan terjangkau untuk mencegah penyakit. Dilaksanakan di lebih dari 100 negara, kegiatan ini turut didukung oleh organisasi-organisasi seperti WHO, Unicef, dan Unilever.

 

Tangan yang kotor merupakan gerbang utama masuknya kuman dan bakteri

Tanpa kita sadari, meskipun kadang nampak bersih, di setiap sentimeter permukaan tangan kita sebenarnya mengandung lebih dari 1.500 bakteri yang dapat mengakibatkan penyakit infeksi jika masuk ke dalam tubuh. Karena ukurannya yang kecil, bakteri penyakit tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Bayangkan berapa banyak bakteri yang masuk dalam tubuh kita apabila tidak terbiasa mencuci tangan sebelum makan, padahal kita baru selesai beraktivitas, misalnya dari toilet atau membersihkan popok bayi?

 

Mengapa cuci tangan harus menggunakan sabun?

Namun demikian, mencuci tangan tidak cukup hanya dengan air bersih saja. Riset medis menunjukan bahwa penggunaan sabun dengan air terbukti lebih efektif dalam membasmi kuman atau bakteri berbahaya yang menempel pada kulit daripada mencuci tangan dengan air bersih saja. Cuci tangan pakai sabun telah dibuktikan dapat membersihkan kotoran lebih efektif. Menurut penelitian, cuci tangan pakai air hanya dapat membunuh kuman sebanyak 10 persen saja,  sedangkan ketika menggunakan sabun, 80 persen kuman bisa mati. Dengan demikian, risiko kuman atau bakteri berbahaya masuk ke dalam tubuh akan semakin kecil. Cuci tangan pakai sabun juga merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan sisa kotoran minyak atau lemak yang tertinggal. Dengan demikian, tangan Anda akan bersih dan terlindungi dari bakteri maupun kuman penyebab penyakit.

 

WHO menyatakan bahwa pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas dengan sabun bisa mengurangi kematian pada balita hingga 50 persen, akibat penyakit seperti diare, kecacingan, serta pneumonia.

 

Seberapa sering kita harus mencuci tangan?

Menurut Global Hygiene Council, kita harus mencuci tangan tidak kurang dari 7 kali dalam sehari. Jika kita makan setidaknya 3 kali sehari maka kita harus mencuci tangan sebelum makan sebanyak 3-4 kali dalam satu hari. Belum lagi jika kita habis dari kamar mandi, buang air kecil atau BAB maka akan semakin sering mencuci tangan. Sehingga bisa dikatakan bahwa kita harus mencuci tangan kurang lebih 10 kali dalam sehari.

 

Tata cara mencuci tangan yang baik dan benar juga harus diperhatikan agar bakteri dan kuman yang ada di tangan benar-benar menghilang. Pakailah air mengalir dan sabun yang bersih (usahakan dengan sabun cair yang lebih higienis)_kemudian ikuti langkah mencuci tangan yang benar. Setelah mencuci tangan, segera keringkan tangan karena tangan yang basah 1000 kali lebih mungkin untuk menyebarkan bakteri penyakit dibandingkan dengan tangan yang kering.

 

Satu hal yang tidak kalah penting, selalu pastikan kualitas air untuk mencuci tangan. Mencuci tangan dengan air penuh dengan kuman penyakit tentu saja menjadi pekerjaan yang sia-sia, bukan? Gunakan air bebas dari bakteri dan berdesinfektan seperti air Aetra Air Jakarta yang sudah terjamin kualitasnya sesuai Standar Permenkes kualitas air minum untuk membersihkan diri sehari-hari, termasuk saat mandi dan mencuci tangan.