HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Indonesia, Lautan Sampah Plastik

  • Posted by admin
  • 10 January 2017

SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA

Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah Tiongkok. Sebanyak 5,4 juta ton sampah plastik per tahun dihasilkan Indonesia. Fakta ini tentu sangat mengkhawatirkan karena sampah plastik membutuhkan waktu 200-400 tahun untuk bisa terurai di tanah. Selama proses penguraian beragam zat kimia yang ada di dalamnya akan mencemari tanah.

Tidak berhenti di darat, sampah plastik juga menjadi masalah di perairan. Sebagian sumber pencemaran adalah sampah plastik yang dibawa oleh rumah tangga di perkotaan dan permukiman, terbawa hingga ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Selain menjadi ancaman utama keindahan pantai bagi wisatawan, sampah plastik di laut juga mengancam kehidupan ikan, mamalia, burung laut, bahkan terumbu karang. Saat ini, sebanyak 75% laut di perairan Indonesia berkategori sangat tercemar, 20 persen tercemar sedang, 5 persen tercemar ringan.

 

AKIBAT SAMPAH PLASTIK

Dari sisi ekonomi seperti disebutkan di atas, sampah plastik yang ada di wilayah pesisir dapat menjadi ancaman utama bagi sektor pariwisata, karena semakin banyak sampah di lingkungan maka akan semakin sedikit wisatawan yang berminat berkunjung ke daerah tersebut. Pun sampah yang terbawa hingga ke lautan akan menyebabkan nelayan akan sulit mendapatkan ikan, bahkan budidaya rumput laut tidak akan berhasil jika lautnya tercemar sampah plastik.

Dilihat dari sisi kesehatan, ketika hewan-hewan yang menelan sampah plastik mati, maka sampah plastik yang berada di dalam tubuhnya tersebut tidak akan hancur dan tetap utuh sehingga akhirnya akan menjadi bangkai yang dapat meracuni hewan lainnya, manusia yang berada di sekitarnya, hingga mencemari lingkungan dengan baunya yang busuk dan menyengat.

Apabila sampah plastik dibakar maka zat karbon monoksida dan dioksin yang terhirup dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan pada manusia, kanker, pembengkakan hati, dan gangguan sistem syaraf.

Selain polusi udara yang mencemari lingkungan, sampah plastik yang ada di tanah akan berinteraksi dengan air hingga membentuk senyawa kimia berbahaya yang akan diserap oleh tanah. Ketika senyawa ini diserap oleh tanah maka akan menurunkan kualitas air tanah. Waduk, sungai, atau aliran air yang digunakan untuk kegiatan sehari – hari juga juga rentan terhadap kebocoran racun dan aliran sampah plastik. Hal ini tentu membahayakan manusia yang dalam kegiatan sehari – harinya sangat bergantung kepada air.

Demikianlah, Sahabat Aetra hal-hal yang perlu di ketahui terkait sampah plastik dan akibatnya terhadap kehidupan sehari – hari kita. Penting bagi kita untuk berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup, karenanya sudah saatnya bagi kita mengambil langkah pencegahan untuk membuat kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.