HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Yuk, Mulai Habiskan Makananmu!

  • Posted by admin
  • 23 March 2017

1,3 Miliar ton makanan terbuang percuma setiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian besar dari kita mungkin berpikir bahwa limbah makanan tersebut hanya berasal dari negara-negara maju, ternyata faktanya jumlah limbah makanan yang dihasilkan negara-negara berkembang pun hampir sama besarnya.

Fenomena ini pun juga terjadi di Jakarta, dengan volume sampah 7500 ton/hari, lima puluh persennya atau 4.050 ton adalah limbah makanan baik dari sisa makanan yang sudah dikonsumsi, maupun sisa sampah makanan saat produksi. Penyumbang limbah makanan terbesar di Jakarta masih dari rumah tangga (70%), ditambah juga dengan semakin banyaknya jumlah warung dan restoran yang setiap harinya turut membuang sampah makanan maupun limbah berbahaya seperti minyak goreng bekas.

 

Apa dampaknya bagi lingkungan?

Limbah makanan yang sulit terurai dapat menghasilkan gas metana yang berdampak buruk bagi lingkungan. Kemudian apabila dibuang ke sungai dapat mengontaminasi air sungai dengan berbagai bakteri pembusuk yang bisa berubah menjadi mikroorganisme patogen, akibatnya air sungai tercemar dan mahluk hidup yang berada di dalamnya seperti ikan juga tidak bisa bertahan dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Limbah makanan juga bisa menjadi penyebab pencemaran air tanah. Meskipun lebih mudah terurai dan menjadi kompos alami bagi tanah, namun apabila sampah seperti sayuran dan bahan makanan busuk lainnya tertimbun di dekat sumber air tanah dan kondisi tanah lembab diguyur hujan, maka sampah mudah membusuk dan mengandung banyak bakteri. Bakteri- bakteri yang ada pada sampah itulah yang bisa menyebabkan terjadinya pencemaran air tanah

 

Apa yang bisa kita lakukan?

Menghentikan gaya hidup boros makanan dan bekali diri dengan pengetahuan untuk menyimpan makanan dengan baik menjadi hal yang mendesak untuk kita lakukan, Sahabat.

Simak dengan baik ya tips-tips mencegah pemborosan makanan berikut ini:

  1. Habiskan makanan yang kita pesan di restoran
  2. Buatlah daftar belanjaan setiap minggunya dan berbelanjalah sesuai kebutuhan
  3. Bekukan makanan ekstra
  4. Simpan sayuran dan buah-buahan ke dalam kulkas pada tempat yang berbeda agar tidak cepat busuk
  5. Cek dengan rutin kadaluarsa bahan makanan
  6. Kreatif mengolah makanan yang hampir basi, contohnya:
    • Buah yang terlampau matang dapat diolah menjadi selai maupun smoothies
    • Roti bisa dioven kembali menjadi roti kering
    • Sayuran bisa digoreng tepung menjadi kudapan
    • Nasi sisa bisa dibuat nasi goreng

        7. Manfaatkan sisa makanan menjadi kompos sehingga limbah makanan tersebut dapat kembali ke lingkungan dalam bentuk nutrisi untuk tanah dan tanaman.

        8. Sedekahkan kelebihan makanan kepada yang membutuhkan, mulai dari lingkungan terdekat seperti tetangga, petugas keamanan dan sebagainya.

 

Ilustrasi yang bisa memotivasi kita adalah apabila seorang penduduk Indonesia menyisakan sebutir nasi saja dalam satu kali makan, maka sudah ada 249 juta butir nasi yang terbuang sia-sia J

So, little things make big things happen.

~John Wooden