HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Cermat Menempatkan Septik Tank di Area Padat Penduduk

  • Posted by admin
  • 26 May 2017

Sekitar 85 persen sumur di wilayah Jakarta mengandung bakteri Escherichia coli (E coli). Air sumur tersebut rata-rata tercemar bakteri E coli dari rembesan air kotor septic-tank yang dibangun berdekatan dengan sumur akibat sempitnya lahan. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2916-1992 tentang Spesifikasi Sumur Gali untuk Sumber Air Bersih, jarak horizontal sumur ke arah hulu dari aliran air tanah atau sumber pengotoran (tangki septic tank) harus lebih dari 11 meter, sedangkan jarak sumur untuk komunal terhadap perumahan adalah lebih dari 50 meter.

 

Dengan kondisi perkotaan yang padat, sangat jarang ditemukan posisi sumur dan septic tank yang sesuai standar. Bisa saja terjadi antara sumur dan septic tank di suatu rumah sudah berjarak 11 meter, tetapi dengan septic tank tetangga sebelah jaraknya kurang dari 11 meter. Air sumur yang terkontaminasi bakteri E-coli apabila terkonsumsi akan menyebabkan banyak penyakit seperti diare, mual, muntah bahkan komplikasi sampai gangguan ginjal. Mengingat bakteri ini juga cukup sulit dimatikan, harus melalui proses pendidihan di suhu 100 derajat dan didiamkan selama 10 menit.

 

Dengan demikian bagi Sahabat yang akan membuat septic tank dalam waktu dekat, ada baiknya cermati beberapa hal di bawah ini sehingga kita dapat memperoleh lokasi ideal yang tidak mengotori sumber air kita di dalam tanah:

  1. Ukur kedalaman sumur kita & tetangga (cukup 3 rumah)
  2. Buatlah gambar segitiga yang menghubungkan 3 sumur tersebut
  3. Beri notasi kedalaman untuk masing – masing sumur. Kedalaman sumur dihitung dari permukaan air hingga permukaan tanah.
  4. Dari gambar tersebut akan diketahui, sumur yang paling dangkal menunjukkan kemana arah aliran air akan menuju.
  5. Letakan septik tank kita dimana aliran air tidak mengarah ke sumur tersebut.
  6. Perhatikan juga laju kecepatan air karena akan menentukan jarak standar yang harus dipenuhi antara septic tank ke sumur kita*
  7. Pastikan juga bahwa materi tanki yang kita gunakan kedap air sehingga air kotor tidak mudah rembes ke tanah

 

*Alasan yang mendasari pentingnya mengetahui laju kecepatan air :

Bakteri E–Coli Patogen memiliki harapan hidup 3 hari. Kecepatan air tanah di pulau Jawa adalah 3m/hari. Sehingga jarak yang paling ideal adalah 3 hari x 3 m/hari +1 m = kurang lebih 10 meter. Kecepatan air di setiap daerah pun berbeda. Bisa saja untuk daerah B, kecepatan airnya adalah 2 m/ hari maka jarak aman septic tank ke sumur adalah 6 meter.

 

Perlu diingat juga untuk Sahabat agar bakteri pengurai dalam septic tank dapat bekerja dengan baik,  jangan membuang bahan-bahan kimia berbahaya kedalam septic tanc seperti insektisida, karbol pembersih lantai, maupun pemutih pakaian, ya

 

Sanitasi adalah syarat dasar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik karena ada kesehatan jasmani yang menjadi motor kita untuk bergerak. Jadi jangan lupakan tempat pembuangan limbah dari rumah karena ini juga kunci kesehatan kita.

 

Posisi septic tank menentukan kesehatan keluarga.