HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Mengelola Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos

  • Posted by admin
  • 12 April 2016

Sahabat Aetra, ternyata sampah rumah tangga bisa dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat, lho! Salah satunya menjadi kompos. Beberapa keunggulan  yang terdapat di kompos dibandingkan pupuk kimia, antara lain:


1.       Mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap.

2.       Mampu memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah kembali gembur.

3.       Meningkatkan daya simpan air.

4.       Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.

5.       Membuat pertumbuhan dan produktivitas tanaman tetap terjaga.

6.       Membuat tanaman cenderung lebih tahan terhadap hama penyakit.

 

Sebelum membuat kompos pisahkan terlebih dahulu sampah organik (sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran) dari sampah anorganik (kaleng, plastik, karet, kertas). Sampah organik rumah tangga adalah sampah yang dapat membusuk. Sampah organik rumah tangga ada 2 (dua) bagian, yaitu: sampah organik hijau dan sampah organik hewani. Untuk pembuatan kompos,dua  jenis sampah organik tersebut di pisahkan karena sampah organik hewani membutuhkan proses yang lebih lama dibandingkan dengan sampah organik hijau.


Bahan – bahan:


1.       Kardus bekas / Keranjang Tempat Cucian baju (takakura) / Ember Plastik yang sudah di beri lubang-lubang kecil


2.       Sampah yang telah dipotong – potong ukuran 2 - 4 cm.


3.       Dua bantalan terbuat dari sabut kelapa yang di bungkus dengan kasa nyamuk plastik.


4.       5-6 kg kompos siap pakai yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan.


5.       Karung plastik yang berpori-pori (Apabila menggunakan kardus ) atau keranjang tempat cuci baju kotor (takakura).


6.       Alat pengaduk.

 

Cara Membuat:


1.       Letakan bantalan di atas kardus / takakura / ember plastik. Bantalan tersebut berfungsi untuk menghangatkan selama proses pembuatan kompos.


2.       Tambahkan kompos siap pakai (dapat dibeli di toko tanaman) 1/5 dari campuran sampah..


3.       Masukan sampah organik hijau yang sudah dipotong-potong kecil kedalam kardus/keranjang/ember yang sudah dilubangi.


4.       Aduk rata campuran tersebut.


5.       Lakukan terus sampai kardus penuh. Setelah penuh, ambil bantalan ke dua untuk menutup kardus yang telah penuh. Simpan kardus dalam takakura atau bungkus dengan karung plastik yang berpori. Letakan di tempat yang tidak terkena air hujan dan terik sinar matahari. Setiap 3 hari kardus/keranjang/ember tersebut di buka dan diaduk, lakukan terus sampai seluruh sampah menjadi hitam, hancur (prosesnya ± 1 bulan) maka sampah telah berubah menjadi kompos yang siap dipakai/dijual. Apabila ingin menjual kompos yang sudah jadi sebaiknya di ayak terlebih dahulu.


Mudah bukan, Sahabat Aetra ? Selain dapat mengurangi sampah, juga dapat bermanfaat. Selamat mencoba