HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

BUAH DAN SAYUR BEBAS PESTISIDA

  • Posted by admin
  • 22 May 2018

Sahabat, buah dan sayur mengandung nutrisi yang sangat baik untuk tubuh kita. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi banyak buah dan sayuran segar bisa mengurangi risiko beberapa jenis kanker dan penyakit lainnya. Namun alangkah baiknya, ketika akan dikonsumsi, harus diolah dengan baik.

 

Mengapa buah dan sayur harus dibersihkan sebelum dikonsumsi?

Buah dan sayur yang dibeli di pasar atau tukang sayur sebagian besar mengandung pestisida. Zat kimia yang biasa digunakan untuk membunuh hama pada tumbuhan ini masih menjadi pilihan para petani buah dan sayur di Indonesia untuk mencegah gagal panen. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Purdue University di Indiana, Amerika Serikat, menemukan bahwa 98% apel mengandung residu atau sisa pestisida dan menempati urutan teratas, urutan kedua ditempati oleh seledri sebanyak 95%. Sayuran dan buah lain yang ada di dalam daftar penelitian ini adalah stroberi, buah persik atau peach, anggur, bayam, paprika, kentang, kale, dan sawi.

 

Selain pestisida, ada pula lapisan lilin buatan pada buah-buahan terutama apel yang berbahaya bagi tubuh. Apel biasanya dilapisi dengan lilin shellac, beewax, petroleum jelly dan carnauba untuk membuat apel lebih berkilau. Lapisan lilin akan membantu mengurangi kelembapan pada apel. Ahli nutrisi Bangalore, Dr. Anju Sood, mengatakan apel sebenarnya memiliki lilin alami pada kulit yang mudah dicerna dan tidak membahayakan tubuh. Produsen apel sering menambahkan lapisan lilin pada apel yang mungkin tidak mudah diserap oleh tubuh, sehingga dapat berbahaya bagi usus besar dan usus kecil.

 

Berikut beberapa cara meminimalkan bahan-bahan tambahan seperti lapisan lilin atau pestisida pada apel yang akan dikonsumsi;

 

1. Celupkan apel ke dalam air panas selama beberapa detik untuk menghilangkan lilin. Begitu apel dikeluarkan dari air panas, cucilah kembali di bawah air keran yang mengalir.

2. Campurkan 1 sdm air jeruk lemon dan 1 sendok teh baking soda pada air. Celupkan apel ke dalam campuran ini dan gosok dengan sikat halus. Setelah itu, bilas di bawah air mengalir.

3. Selain air lemon, cuka juga dapat digunakan menjadi campuran air. Gosok apel dan bilas sebelum mengonsumsinya.

4. Cuka sari apel bisa menjadi pilihan lain. Gunakan handuk atau kain bersih yang dicelup cuka apel untuk menyeka apel.

 

Bagaimana mengolah sayur agar bersih dan aman untuk dikonsumsi?

1. Potong atau buang bagian sayuran yang rusak, Hal ini untuk memastikan tidak ada ulat atau organisme lainnya dalam sayuran dan pastikan pisau Anda bersih.

2. Cuci sayuran dengan air dingin yang mengalir. Cara ini ditengarai mampu mengurangi residu pestisida, kotoran bahkan kuman hingga 75 hingga 80%. Bisa juga dengan membuat laurat garam dengan menambahkan 2gram garam dalam 100 ml air atau 20 ml dalam 1liter air.

3. Sayuran seperti jamur harus dibersihkan dengan cara yang berbeda dari sayuran lain. Jamur akan menjadi lembek jika dibilas dengan terlalu banyak air atau direndam di dalam air. Lakukan hanya dengan sedikit percikan air. Setelah itu, segera keringkan dengan lembut dengan tisu. Cara terbaik untuk mencuci jamur adalah menyekanya dengan kain atau tisu yang lembap dan bersih.

4. Gosoklah sayuran yang berkulit tebal dengan sikat pembersih, contohnya untuk seperti kentang dan wortel, yang tumbuh di tanah, atau mentimun. Penggosokan akan membantu membersihkan mikroba yang sulit hilang. Pastikan bahwa sikatnya tidak terlalu kasar agar buah dan sayuran tidak rusak.

5. Keringkan sayuran yang sudah dicuci dengan tisu yang bersih, agar tidak mudah busuk (apabila akan disimpan).

 

Sahabat, jangan menghindari konsumsi buah dan sayuran karena takut terkontaminasi oleh zat atau bakteri. Selama Anda membersihkannya secara menyeluruh sebelum memakannya, buah dan sayuran tersebut bagus untuk dikonsumsi setiap hari. Selain itu, juga selalu pastikan air untuk membersihkan buah dan sayur tersebut aman dan tidak mengandung zat berbahaya, seperti air Aetra Jakarta.