HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Yakinkah Kualitas Air Tanah di Rumah Anda Layak dikonsumsi?

  • Posted by admin
  • 25 April 2018

Sahabat, tentu saja kita mengharapkan kualitas air yang baik dalam memenuhi kebutuhan keseharian kita. Air bersih berkualitas adalah awal dari kehidupan yang sehat dan sejahtera. Namun, tahukah sahabat bahwa air tanah di rumah kita walau terlihat bersih, bening dan tidak berbau belum tentu aman dan higienis untuk dikonsumsi?

 

Seperti halnya yang terjadi di rumah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Meskipun berada di lingkungan perumahan yang elit, namun ternyata setelah dilakukan pengujian pada kualitas airnya diketahui bahwa air tanahnya mengandung bakteri E. Coli melebihi ambang batas. Hal tersebut disebabkan karena rembesan dari septic tank yang bocor kemudian mencemari air tanah yang digunakan oleh keluarga. Segera setelah mengetahui hal itu, Sandiaga Uno mengganti penggunaan air tanah dengan air perpipaan karena tidak layak lagi untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari apalagi untuk dikonsumsi.

 

Nah, bagaimana dengan kualitas air tanah di rumah anda?Selain melakukan pengujian air pada Lembaga yang kompenten, secara sederhana kita bisa melakukan uji kualitas air dengan cara berikut ini:

 

1. Mencampur air dengan teh.

Caranya: isi segelas air dengan segelas air teh. Diamkan dalam keadaan gelas terbuka selama satu malam. Setelah itu, amati apakah ada perubahan warna, terdapat lendiran, atau lapisan seperti minyak di permukaan. Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh, semakin tinggi juga kandungan kimiawinya. Jika perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, maka kandungan kimiawinya sedikit tapi kurang baik bila dikonsumsi. Air yang mengandung kesadahan atau logam tinggi bisa terlihat jika air teh berubah warna menjadi hitam, ungu, atau biru.

 

2. Mendiamkan air selama beberapa hari

Caranya sangat mudah, air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup,  dan diamkan selama 5 hari. Setelah itu, Anda bisa melihatnya apakah ada perubahan warna atau tidak. Jika warna air berubah atau ada gumpalan warna putih atau hijau, maka air kurang baik secara biologis. Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau adanya gumpalan, semakin tinggi kadar mikro organisme atau bakteri berbahaya yang ada di dalam air tersebut.

 

Mengacu pada Standar Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang kualitas air yang layak dikonsumsi harus memiliki beberapa syarat berikut ini:

 

  1. Syarat Fisika: bebas pencemaran (tidak memiliki rasa, tidak keruh, tidak berwarna dan berbau) dan memiliki suhu kurang lebih 30 derajat. 

  2. Syarat kimia: bebas dari zat kimia anorganik berupa logam, zat reaktif, zat-zat berbahaya serta beracun serta memiliki derajat keasaman/PH antara 6,5-8,8. Disamping itu bebas dari zat kimia organik seperti insektisida dan herbisida.  

  3. Syarat mikrobiologi: tidak mengandung kuman-kuman pembawa penyakit seperti protozoa, virus, cacing, jamur dan bakteri patogen penyebab penyakit.

 

Kabar baiknya adalah, apabila sahabat sudah menjadi pelanggan Aetra Jakarta tidak perlu lagi mengkhawatirkan kualitas air yang dikonsumsi oleh keluarga anda. Air produksi Aetra Jakarta terjamin kualitasnya dan sesuai dengan syarat-syarat kualitas air minum menurut Standar Permenkes No. 492/Menkes/PER/IV/2010 tersebut. Air Aetra Jakarta dibubuhi dengan  desinfektan yang ampuh membunuh bakteri dan virus pathogen seperti E-coli dan Salmonella penyebab penyakit Diare, Muntaber, Kolera, Typhus dan Disentri.

 

Buat Sahabat yang masih menggunakan air tanah di rumah, yakinkah dengan kualitas air tanah anda?