HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

CEGAH PENYAKIT PASCA BANJIR DENGAN AIR AETRA

  • Posted by admin
  • 19 February 2018

Sahabat, awal bulan ini, tepatnya tanggal 5 Februari 2018, banjir kembali melanda Jakarta. Beberapa daerah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pun kembali terendam dengan ketinggian yang beragam, dari 65 cm hingga mencapai sekitar 170 cm. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, setidaknya ada 7.228 keluarga atau 11.450 jiwa terdampak banjir pada Selasa (6/2) siang. Permasalahan banjir di Jakarta yang terjadi tahunan ini selain disebabkan faktor curah hujan tinggi, penurunan permukaan tanah dan berkurangnya daerah resapan, juga disebabkan oleh aktivitas manusia. Pemandangan sampah biasa menumpuk di pintu-pintu air sehingga pada saat curah hujan tinggi, kapasitas pintu air dan sungai menurun dan akibatnya air tidak tertampung dan terhambat untuk dialirkan ke laut.

 

Banjir tiba, penyakit pun mengintai

Paska banjir juga membawa permasalahan kesehatan masyarakat. Genangan air membawa banyak bakteri penyebab penyakit, contohnya bakteri usus, seperti E. Coli, Salmonella, dan Shigella, Hepatitis A Virus dan agen pembawa tifus, paratifoid dan tetanus. Kuman penyakit ini berasal dari polutan rumah tangga, pertanian dan limbah seperti air selokan, sampah makanan, kotoran manusia dan hewan, bangkai, pestisida dan insektisida, minyak, bahan bangunan berkarat, dan sebagainya. Tidak cuma dari genangan air banjir, penyakit paska banjir juga  disebabkan karena warga minum dari sumur-sumur air tanah yang tergenang/terkontaminasi air banjir.

Dengan kondisi Kota Jakarta yang langganan banjir beserta segala permasalahan turunannya, himbauan untuk menggunakan air perpipaan, seperti Aetra, adalah solusi terbaik. Aetra tidak mengambil air tanah sebagai air bakunya, melainkan air permukaan dari Waduk Jatiluhur yang kemudian diolah di IPA Buaran dan IPA Pulogadung dengan hasil olahan sesuai dengan standar Permenkes tentang persyaratan kualitas air minum. Dengan menggunakan air Aetra, tidak perlu ada kekhawatiran air minum terkontaminasi kuman penyakit di musim banjir.

Sahabat, apabila rumah anda baru saja selesai tergenang banjir, segera bersihkan rumah dan perabotan dengan air bersih Aetra untuk menghentikan penyebaran kuman. Ikuti tipsnya berikut ini:

 

  1. Cuci semua perabotan dengan baik menggunakan air bersih Aetra ditambahkan dengan karbol atau desinfektan. Jangan hanya terfokus pada bidang horisontal (mendatar), tetapi seka juga bidang vertikal (tegak) seperti dinding lemari bagian luar maupun dalam.

  2. Rajin-rajinlah mencuci tangan dan mencuci peralatan makan sebelum digunakan, walaupun tidak terkena banjir, dan menggunakan air bersih Aetra, bukan air sumur/air tanah karena belum diketahui kualitas dan kebersihannya.

  3. Untuk mencegah DBD, buang semua genangan air yang tidak berguna. Kuras air di bak kamar mandi minimal setiap 3 hari sekali.

  4. Saat banjir melanda, hindari terkena air banjir, terutama bila kita sedang mengalami luka. Gunakan sepatu boot bila terpaksa berjalan di tengah banjir, supaya tidak terkena paku atau benda tajam lainnya yang dapat melukai kita.

Dengan beralih menggunakan air Aetra, selain dapat menolong keluarga anda dari bahaya penyakit paska banjir, ternyata sekaligus juga dapat menolong Jakarta dari banjir, lho! Karena, dengan tidak ikut mengeksploitasi air tanah Jakarta, maka penurunan tanah dapat dicegah, sehingga secara tidak langsung juga berkontribusi mencegah banjir di ibu kota tercinta.