HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

SIASATI KEMARAU DENGAN AIR PERPIPAAN

  • Posted by admin
  • 25 July 2019

Sahabat, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jakarta akan berlangsung hingga Oktober 2019. Berdasarkan pemantauan hari tanpa hujan (HTH), ada beberapa wilayah di Jakarta Utara yang tidak hujan lebih dari 60 hari. Sementara sebagian wilayah Jakarta yang lain tidak hujan antara 31-60 hari. Kemarau ekstrem ini akan berdampak pada kebutuhan air masyarakat, terutama yang menggunakan sumur karena bisa jadi ketersediaan air tanah sudah mulai berkurang. Untuk mengatasinya, banyak masyarakat yang memperdalam sumur di rumah yang tentunya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

Tidak hanya secara ekonomi, kekurangan air bersih juga akan membawa dampak pada penurunan kesehatan masyarakat. Dengan pasokan air yang terbatas masyarakat banyak yang menomorduakan kebersihan, ditambah lagi dengan banyaknya lalat dan debu yang membuat orang mudah terserang penyakit, diare misalnya.

Bagi Sahabat yang berada di area wilayah layanan dan sudah berlangganan air bersih Aetra Air Jakarta, tidak perlu khawatir dengan suplai air selama kemarau panjang karena suplai dan tekanan airnya selalu dimonitor dan dipantau dengan baik sehingga akan tetap terjaga sampai ke rumah pelanggan. Air produksi Aetra Air Jakarta tidak bergantung pada ketersediaan air di Jakarta, melainkan bersumber dari Waduk Jatiluhur yang berjarak 77 km dari IPA Buaran dan 85 Km dari IPA Pulo Gadung.
 

Dari segi kesehatan pun, air bersih produksi Aetra Air Jakarta juga terjamin kualitasnya selama tidak terkontaminasi dengan lingkungan sekitar. Meskipun dalam perjalanan air baku melalui empat perlintasan Sungai Jambe, Sungai Cibeet, Sungai Cikarang, dan Sungai Bekasi yang banyak bercampur dengan limbah buangan penduduk, namun air Aetra Jakarta diproduksi sedemikian rupa agar sesuai dengan Standar Permenkes RI dan juga saat ini tengah dalam proses Sertifikasi Jaminan Halal Majelis Ulama Indonesia.

 

Sebelum sampai ke rumah pelanggan, air produksi Aetra Jakarta yang berada di pipa jaringan distribusinya dipastikan mengandung desinfektan residual chlorine minimal 0,2 mg/L. Residual Chlorine inilah yang berfungsi membunuh bakteri dan virus-virus patogen penyebab penyakit seperti diare, muntaber, kolera, dan thypus. Adanya residual chlorine pada sampel air bersih yang diproduksi Aetra Jakarta menunjukkan bahwa air tersebut aman untuk dikonsumsi (setelah dimatangkan).

 

Menghadapi kemarau di Jakarta hingga beberapa bulan ke depan, ada dua kawasan di Jakarta yang cenderung rentan mengalami kekurangan air, yaitu di Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang merupakan wilayah layanan Aetra Air Jakarta. Meskipun musim kemarau panjang datang, hingga saat ini Pemerintah Kota Jakarta Utara belum menerima adanya laporan kesulitan air bersih dari masyarakat.  Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengemukakan kedua pemasok air bersih di Jakarta Utara yakni Palyja dan Aetra Air Jakarta masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. "Mereka (Aetra Air Jakarta dan Palyja) sejauh ini oke. Tidak ada kendala untuk pasokan air bersih dan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari RT/RW yang tidak ada air bersih," kata Ali pada suatu kesempatan. Hal yang dikemukakan oleh Bapak Wakil Wali Kota Jakarta Utara adalah implementasi dari komitmen Aetra Air Jakarta dalam menjaga kualitas dan kontinuitas penyediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta yang berada di wilayahnya.