HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

HARI TANPA TEMBAKAU

  • Posted by admin
  • 21 May 2019

Sahabat, setiap tahunnya Hari Tanpa Tembakau atau World No Tobacco Day diperingati oleh dunia pada akhir Mei tanggal 31. Tidak pernah lelah komunitas anti rokok dan tembakau menyerukan bahaya merokok. Bahaya dari rokok tidak hanya berpengaruh pada perokok yang aktif, namun juga perokok pasif dan kesehatan lingkungan sekitar kita.

 

Apa saja bahaya tembakau, rokok dan efeknya pada lingkungan?

Efek tembakau dan rokok pada lingkungan menurut WHO dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu penanaman dan pertumbuhan tumbuhan tembakau, pengawetan (curing) tembakau, pembuatan rokok dan produk tembakau lain, transportasi dan distribusi produk tembakau, konsumsi dan pembuangan sisa.

 

1. Penanaman dan Pertumbuhan Tembakau

Penanaman tembakau membutuhkan lahan tersendiri karena tembakau merupakan tanaman yang ditumbuhkan secara tersendiri tanpa rotasi atau biasa disebut dengan monocrop. Selain itu karena tembakau bersifat monocrop, dibutuhkan banyak petisida dan pupuk untuk menjaga kelangsungan hidup dari tanaman tembakau. Sementara pestisida merupakan sesuatu yang beracun bagi lingkungan dan dapat mengurangi kesuburan tanah dengan cepat sehingga akan sulit digunakan untuk tanaman lain untuk kedepannya.

 

2. Pengawetan Tembakau (curing)

Tanaman tembakau yang sudah dewasa perlu dilakukan pengawetan atau curing sebelum dapat dibuat menjadi produk rokok. Dalam proses curing ini tembakau diperlukan energi, yang selama ini berasal dari panas matahari, udara panas buatan hasil pembakaran kayu, minyak tanah, batu bara, LPG (liquefied petroleum gas), atau limbah pertanian. Penggunaan bahan bakar ini menyebabkan polusi udara, sehingga mencemari lingkungan dan meracuni pekerja.

 

3. Pembuatan Rokok dan Produk Tembakau Lain

Produksi rokok merupakan hal yang sangat berdampak besar pada lingkungan. Pembuatan rokok membutuhkan energi dan besi untuk mesin-mesin yang dapat memproses tembakau menjadi rokok. Air dalam volume yang banyak dibutuhkan untuk perlakuan dry ice untuk tembakau, membuat tinta dan pewarna untuk bungkus dan pemrosesan sisa tembakau. Produksi tembakau juga menghasilkan emisi besar karbon dioksida dalam pembentukannya. Transpor atau pengiriman produk tembakau membutuhkan truk berbahan gas diesel yang berbahaya bagi lingkungan.

 

4. Konsumsi Rokok

Rokok merupakan benda yang tidak sehat untuk konsumsi manusia. Namun tidak hanya itu, konsumsi rokok juga sangat berbahaya bagi lingkungan. Asap dari rokok mengandung banyak kandungan racun dan polutan yang dapat merusak lingkungan. Contoh dari emisi racun dari rokok adalah formalin, nicotin dan gas rumah kaca yaitu karbondioksida, gas methane dan nitrogen oksida yang dapat merusak lingkungan secara permanen.

 

5. Puntung Rokok

Yang terakhir adalah tentang sisa rokok yang membawa banyak bahaya terhadap lingkungan. Puntung rokok merupakan sesuatu yang tidak bisa di daur ulang oleh lingkungan. Puntung rokok memiliki kandungan besi yang tinggi dan dapat membunuh atau meracuni banyak organisme yang memakannya secara tidak sengaja. Binatang peliharaan dapat secara tidak sengaja memakan puntung rokok yang berserakan dan akan langsung mati karena kandungan nikotinnya dan jika puntung rokok masuk kedalam saluran air maka satu puntung rokok tersebut cukup untuk membunuh semua ikan dalam satu liter air. Selain membunuh ikan dan hewan peliharaan, puntung rokok yang dibuang sembarangan akan menyebabkan kebakaran hutan yang massif. Kebakaran hutan selain mengurangi populasi pepohonan secara signifikan, kebakaran ini juga menghasilkan karbondioksida yang sangat tinggi juga ke lingkungan.

 

Ketahuilah banyak sekali dampak negatif dari tembakau, proses produksinya, hingga saat dikonsumsi dan sisa pembuangan bagi lingkungan sekitar, diri sendiri, dan orang lain. Yuk, ciptakan lingkungan sehat agar dapat dinikmati oleh anak dan cucu kita nanti!