HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

JANGAN JADIKAN BULAN PENUH BERKAH MENJADI PENUH SAMPAH

  • Posted by admin
  • 15 May 2019

Sahabat, bulan suci Ramadhan sudah berjalan lebih dari setengah bulan. Dalam waktu sebulan penuh berpuasa, akankah sampah semakin berkurang, atau malah kian bertambah ya?  Di Bulan Ramadhan kini, plastik-plastik semakin bertaburan di pinggir jalan. Karena memang kantong plastik adalah kantong yang paling praktis yang dipakai oleh  para penjaja makanan buka puasa atau takjil. Sehingga semakin sulit untuk mengontrol bagaimana agar dapat mengurangi penggunaannya.

Bicara sampah tentu tidak mengenal apa musimnya atau apa bulannya. Sebab pada kenyataannya, sepanjang kita masih kurang sadar tentang bahayanya plastik bagi lingkungan kita, sepanjang itu kita akan semakin gelagapan untuk selalu memakai kantong plastik dimanapun, kapanpun dan kemanapun.

Kira-kira sudah sebanyak apa sampah plastik sekali pakai yang Sahabat gunakan selama bulan puasa berjalan? Mari coba kita hitung, jika satu orang membeli gorengan dalam kantong plastik selama bulan puasa, ia sudah berkontribusi pada 30 kantong plastik yang pastinya akan mencemari lingkungan.

 

Indonesia sendiri memiliki jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, sekitar 87 persen atau 222 juta penduduk Indonesia beragama Muslim dan tentunya sebagian besar akan menjalankan ibadah puasa. Bila diambil 1 dari 10 orang membeli gorengan dalam kantong plastik, dalam satu harinya ada sekitar 22 juta kantong plastik karena gorengan yang menjadi sampah di bumi. Bila dikalikan dengan 30 hari waktu berpuasa, ada sekitar 660 juta sampah plastik yang mencemari lingkungan dan bumi dimana kita hidup. Tentu saja itu adalah akumulasi jumlah yang cukup mengerikan dimana kita terus memproduksi sampah plastik yang sukar untuk diurai.

 

Parongpong Waste Management, sebuah pusat daur ulang di Jawa Barat apabila data yang mereka peroleh menunjukkan bahwa di Jakarta sendiri ada tambahan 200 ton sampah dalam sebulan saat Ramadan, maka banyak sekali bukan?

 

LALU, APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN UNTUK MENGHENTIKANNYA?

1. Ganti plastik dan kertas untuk membungkus takjil

Mulailah untuk menggunakan wadah sendiri ketika membeli takjil di dekat rumah. Siapkan kotak bekal untuk mewadahi takjil berupa gorengan dan makanan ringan lainnya. Selain itu, Sahabat dapat membawa botol minum sendiri ketika membeli es kelapa muda atau dawet daripada menggunakan plastik.

 

2. Membawa tas belanjaan sendiri ketika belanja untuk buka dan sahur

Jika Sahabat, lebih suka memasak sahur dan buka sendiri, yang menjadikan Sahabat harus pergi berbelanja bahan makanan ke pasar hampir setiap hari, jangan lupa untuk membawa tas belanjaan sendiri. Berbelanja sayur, buah, daging, bumbu dapur, dan bahan masak lainnya di tenan pasar yang berbeda otomatis akan menggunakan banyak plastik siap pakai untuk membungkus.

 

3. Realistis dan cerdas saat berbelanja

Agar tidak belanja terlalu banyak dari yang dibutuhkan, ada baiknya Anda mampir ke warung atau pasar beberapa hari sekali ketimbang langsung membeli dalam jumlah banyak selama sekali dalam sepekan.

 

4. Masak dan makanlah sesuai porsi

Biasakanlah memasak sesuai dengan jumlah anggota keluarga di rumah. Pastikan untuk tidak memasak dalam porsi yang besar sehingga meminimalisir makanan yang terbuang karena tidak dimakan. Selain itu, ambilah porsi makan secukupnya. Setelah seharian menahan lapar karena berpuasa, seringkali kita tanpa sadar mengambil jumlah makanan yang berlebih dan berujung pada membuang sisa makanan ke tempat sampah.Untuk mengakali sisa masakan di rumah yang tidak habis dimakan oleh seluruhnya anggota keluarga, bisa memberikannya pada tetangga yang kurang mampu, petugas kebersihan, atau satpam perumahan.

 

5. Rapikan isi kulkas

Cara yang baik dalam menggunakan isi kulkas adalah menerapkan metode FIFO (first in, first out) alias memasak bahan makanan yang terlebih dahulu disimpan di pendingin. Selalu cek isi kulkas agar tidak ada bahan makanan yang terlalu lama disimpan dan akhirnya kadaluarsa lalu terbuang percuma.

 

 

Sahabat, di bulan puasa ini selain menjadikan diri kita lebih dekat dengan yang menciptakan bumi dan seisinya, ada baiknya kita juga turut menjaga ciptaanNya.

Langkah paling kecil yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi dan alam dari kerusakan adalah dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan plastik dan mengurangi limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan sekitar kita.

 

Sahabat, kerusakan alam pada bumi tidak dapat dihentikan, butuh waktu yang sangat lama untuk menyembuhkan kerusakan alam di bumi, satu-satunya cara adalah dengan mencegah agar kerusakan alam ini tidak semakin parah.