HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

KELOLA SAMPAH DENGAN BAIK UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

  • Posted by admin
  • 21 February 2019

Menurut situs Forbes, Indonesia merupakan salah satu dari 5 negara di Asia yang membuang sampah plastik ke laut terbanyak dibandingkan dengan gabungan negara-negara lain di seluruh dunia. Persoalan mengenai bahaya limbah plastik bukan sekedar menjadi masalah Asia saja, namun juga merupakan masalah dunia. Limbah plastik negara Amerika Serikat sebanyak 33.6 juta ton dan hanya sebanyak 9.5% nya saja yang didaur ulang. Faktanya, masyarakat Jakarta mampu menghasilkan sekitar 6.500 ton sampah dalam sehari.

 

Manusia dan makhluk hidup lainnya sangat bergantung pada air. Tetapi makhluk hidup, termasuk manusia ikut merusak sumber kehidupannya sendiri. Membuang sampah sembarangan, membuang BAB langsung ke sungai atau kali, merusak alam, termasuk buangan limbah, secara tidak terkendali telah merusak air sebagai sumber kehidupan.

 

Aetra Air Jakarta sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk menyediakan layanan air minum terdepan di Indonesia, menjamin setiap kualitas produksinya harus bersih dan sehat. Faktor penyebab kontaminan air baku antara lain karena sampah yang berasal dari limbah industri, rumahtangga dan erosi.  Kanal Tarum Barat mengalami perpotongan dengan Kali Bekasi, Cibeet dan Cikarang. Kontaminan akibat sampah rumah tangga dan industri banyak terjadi melalui perpotongan sungai-sungai tersebut, terutama Kali Bekasi.  Kepedulian sebagian warga sekitar untuk menjaga lingkungan masih kurang sehingga mempengaruhi kualitas air baku. Warga yang tinggal di bantaran sungai, misalnya, kerap membuang sampah dan limbah ke dalam sungai. Dampak-dampak menurunnya kualitas air yang disebabkan oleh pembuangan sampah dan limbah, berdampak serius terhadap kesehatan – bahkan jiwa manusia.

 

Karenanya, Aetra Air Jakarta memberikan perhatian lebih dan peduli dengan perilaku pengelolaan sampah. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 21 Februari setiap tahunnya, PT. Aetra Air Jakarta mengajak Sahabat untuk mulai mengelola sampah dengan tepat, dimulai dari lingkungan yang dekat dengan keseharian kita misalnya sampah rumah tangga.

 

Banyak cara untuk memulai mengelola sampah di dalam rumah. Berikut beberapa di antaranya yang dapat Sahabat praktekan di rumah!

 

1. Memilah Jenis Sampah

Pilahlah jenis sampah yang ada di rumah Sahabat. Bedakan antara sampah organik, sampah anorganik, sampah berbahan kimia berbahaya, dan sampah elektronik. Memilah jenis sampah akan mempermudah Sahabat dalam proses pengelolaannya.

 

Pengolahan Sampah Organik

Sampah organik dalam rumah tangga bisa berupa sisa bahan makanan, maupun kotoran hewan peliharaan. Sampah organik dapat diolah untuk pupuk kompos, namun apabila Sahabat tidak memiliki kebun atau tidak ada keinginan untuk membuat pupuk kompos, sahabat dapat memberikan sisa bahan makanan tersebut kepada penjual tanaman atau tetangga yang biasa membuat pupuk kompos untuk berkebun.

 

Pengolahan Sampah Anorganik

Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah terurai seperti plastik, karet, botol kaca, botol plastik dan lainnya. Sahabat dapat menggunakan botol kaca dan botol plastik untuk digunakan kembali, misalnya untuk pot tanaman hias di rumah. Jangan lupa untuk memeriksa logo pada barang bekas tersebut untuk mengetahui dapat digunakan kembali dan didaur ulang atau tidak.

 

Apabila memilah dan mengolah sampah rumah tangga terkesan repot, Sahabat dapat memulainya dengan hal-hal yang lebih kecil seperti;

Kurangi penggunaan benda sekali pakai seperti sedotan, piring dan alat makan plastik.

Biasakan membawa bekal, alat makan, dan botol air sendiri untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Cobalah untuk membawa tas belanjaan sendiri untuk membeli kebutuhan bulanan. Apabila terlalu banyak, Sahabat dapat menyarankan kasir untuk membungkusnya dengan kardus.

Buanglah sampah pada tempatnya. Jika tidak menemukan tempat sampah di sekitar Anda, Sahabat dapat menyimpan sampah tersebut terlebih dahulu ke dalam tas sampai menemukan tempat sampah.

 

Ketika sedang di luar rumah, Sahabat juga dapat melakukan beberapa hal di bawah ini yang dapat membantu mengurangi kerusakan lingkungan sekitar tempat tinggal.

 

Jagalah lingkungan dengan tidak membakar sampah di sembarang tempat. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, membakar sampah di sembarang tempat juga menimbulkan polusi udara dan polusi tanah yang dapat merembet ke pencemaran air tanah pula. Kondisi tanah yang tercemar akan berpengaruh pada tanaman yang tumbuh di atasnya.

 

Selain sampah organik, jangan membuang sampah dan menimbunnya dengan tanah. Tidak seperti sampah organik yang akan terurai dengan cepat, sampah anorganik membutuhkan waktu cukup yang lama. Contohnya seperti kantong plastik yang membutuhkan waktu sepuluh sampai 12 tahun untuk terurai, botol plastik memiliki waktu 20 tahun untuk hancur dan sterofoam biasa yang sering digunakan di Indonesia, membutuhkan waktu 500 tahun untuk bisa hancur sempurna.

 

Sampah plastik di bumi ini jumlahnya akan semakin bertambah setiap detiknya dan satu-satunya cara untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang mulai menumpuk di gunung dan dasar laut adalah dengan menghentikan penggunaannya. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?

 

 

Beberapa kegiatan CSR yang telah dilakukan Aetra Air Jakarta dalam upaya edukasi ke masyarakat untuk membuang sampah, yaitu mulai dari memilah sampah hiingga membuangnya dengan benar. Kepedulian pada pengelolaan sampah juga dilakukan Aetra Air Jakarta dengan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dengan kucuran dana sebesar Rp. 250 juta di pinggir Jalan Raya Kalimalang-Jakarta Timur. Dengan adanya TPS yang dibangun Aetra Air Jakarta, warga yang terbiasa membuang sampah di pinggir kali saat ini pindah ke tempat yang sudah disediakan.

 

Jadi, apa yang bisa Sahabat lakukan untuk kelestarian lingkungan? Sahabat harus menyayangi lingkungan sekitar, serta memiliki perilaku hidup yang bersih dan sehat antara lain dengan melakukan pengelolaan sampah secara baik dan bijak.