HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

ANTISIPASI WABAH DEMAM BERDARAH

  • Posted by admin
  • 18 February 2019

Awal bulan Januari 2019, Kementerian Kesehatan RI menerima laporan lebih dari 12.000 orang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah daerah. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan di ibu kota Jakarta yang merupakan daerah endemis DBD, angka kasus terus mengalami pelonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Dari 613 kasus di ibu kota, paling banyak terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

 

Apa penyebab DBD?

 

Keberadaan kasus DBD identik dengan musim hujan, karena pada saat musim tersebut meninggalkan banyak genangan air. Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk selalu mewaspadai DBD tidak hanya datang pada saat musim hujan, tetapi juga pada saat musim kemarau, terutama di tempat-tempat yang terdapat genangan air atau tumpukan barang bekas. Udara lembab akibat musim hujan panjang membuat nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue penyebab penyakit DBD lebih mudah berkembang biak, sementara genangan air dapat menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

 

1. Bersihkan Bak Mandi dan Wadah Air

Agar tak terjangkit DBD, ada baiknya melakukan beberapa pencegahan antara lain dengan rajin membersihkan rumah. Pemilik rumah harus membersihkan beberapa tempat kesukaan nyamuk. Keseluruhan siklus berkembangnya telur nyamuk hingga menjadi nyamuk dewasa berlangsung 8 – 10 hari dalam suhu ruang. Membersihkan bak mandi dan tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah Anda setidaknya satu minggu sekali, dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

 

Selain membersihkan bak mandi, pastikan di sekitar rumah Anda tidak ada genangan air yang memungkinkan bagi nyamuk untuk berkembang biak. Saluran air terbuka, baskom berisi air, vas bunga, ember, dan wadah lain yang dapat menampung air berpotensi menjadi tempat nyamuk bersarang. Rajin-rajinlah membersihkan tempat-tempat tersebut setidaknya dua kali seminggu untuk mengurangi risiko munculnya nyamuk pembawa demam berdarah.

 

2. Membersihkan Tumpukan Baju

Tumpukan baju yang kotor juga menjadi tempat favorit untuk nyamuk hinggap. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang telah dipakai, letakkan baju pada tempat yang bersih, tertutup, dan jangan menggantung baju terlalu lama.

 

3. Menanam Tanaman yang Tidak Disukai Nyamuk

Selain membersihkan rumah dan kamar, ada baiknya Anda mencoba menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk di lingkungan rumah. Tanamlah tanaman serai dan lavender yang aromanya membuat nyamuk tidak berani mendekat ke rumah Anda.

 

4. Bubuk Abate

Bubuk abate disarankan untuk ditaburkan setiap satu minggu sekali di tempat penampungan air, dengan harapan bisa membunuh telur nyamuk yang biasa menempel di sisi-sisi penampungan air.

 

5. Memelihara Ikan Cupang

Memelihara atau menyebarkan ikan cupang di genangan air rumah warga, merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah. Ikan cupang sendiri mudah mengurusnya dan mampu memakan 80 jentik nyamuk dalam sekali makan.

 

Bagi Sahabat yang sudah menjadi pelanggan Aetra Air Jakarta tidak perlu khawatir lagi, dengan menggunakan air Aetra Jakarta dapat mencegah penyakit demam berdarah karena air yang mengandung kaporit seperti air Aetra Jakarta tidak disukai nyamuk Ades Aegypti.