HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

BAGAIMANA PRODUKSI AIR BERSIH AETRA AIR JAKARTA SAMPAI KE PELANGGAN

  • Posted by admin
  • 7 February 2019

Sahabat, selama lebih dari sepuluh tahun, Aetra Air Jakarta berkomitmen memberikan air bersih yang aman digunakan bagi pelanggannya di wilayah timur Jakarta. Adanya kebutuhan air bersih bagi setiap pelanggan yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas mulai dari mencuci pakaian, memasak, MCK, mencuci kendaraan, sampai makan dan minum sangat dipahami oleh Aetra Air Jakarta. Produksi air bersih Aetra Air Jakarta terjamin kualitasnya karena bebas dari pencemaran, bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Air bersih produksi Aetra Jakarta pun, sekaligus menjadi pilihan yang praktis dan ekonomis. Nah, pernahkah Sahabat bayangkan, bagaimana Aetra Air Jakarta memproduksi air bersihnya dan mempertahankan kualitasnya sampai ke rumah pelanggan?

 

Ikuti penjelasannya berikut ini

 

 

Air Baku

Untuk memenuhi pasokan air bersih bagi Pelanggan, Aetra Air Jakarta mengambil sumber air baku Waduk Jatiluhur yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. Air baku tersebut dialirkan ke Jakarta melalui saluran terbuka Kanal Tarum Barat (Kalimalang).

 

Pengolahan

Air baku tersebut akan diolah di lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni di IPA Buaran dan IPA Pulogadung. Sebelum diolah, akan ada 2 kali penyaringan air baku yang dilakukan di Instalasi Pengolahan Air untuk mengatasi sampah, yaitu di intake (saluran masuk) dan satu lagi di mixing sebelum air masuk ke sistem penjernihan air.

Sebelum proses penjernihan, air baku dicampur dengan bahan kimia atau koagulan dengan cara diaduk di kolam pencampuran. Bahan kimia tersebut berfungsi untuk mengikat partikel-partikel koloidal dan senyawa lain yang ada di air baku hingga membentuk gumpalan lumpur yang disebut flok sehingga terpisah dengan air. Proses terbentuknya gumpalan lumpur ini disebut dengan Flokulasi. Setelah Flokulasi, proses selanjutnya adalah sedimentasi, yaitu proses mengendapnya flok ke dasar bak penjernih secara gravitasi namun untuk IPA Buaran, proses pengendapan lumpur berada di tengah bangunan bak penjernih yang disebut concentrator dengan memanfaatkan gaya hempas pompa vaccum pulsator..

 

Selain itu pada IPA dilakukan proses oksidasi berupa penguraian bahan organic dan anorganik yang terbawa dalam air baku dengan membubuhkan chlorine atau disebut dengan proses pre-chlorination dan intermediate chlorination (untuk IPA Buaran proses oksidasi ini sudah dihentikan dan diganti dengan proses biofiltrasi). Air olahan dari bak penjernih selanjutnya masuk ke sistem filtrasi yang merupakan proses penyaringan akhir menggunakan media pasir agar air menjadi lebih jernih dari sisa-sisa lumpur dan zat-zat yang terlarut. Air bersih kemudian dialirkan menuju reservoir dan ditambahkan chlorine (proses post chlorination) untuk membunuh bakteri serta menjaga kandungan residual chlorine yang cukup ketika air sampai di jaringan hingga ke pelanggan.

 

 

 

Proses Desinfeksi

Proses Desinfeksi adalah proses penambahan chlorine (proses post chlorine) untuk memastikan air di jaringan distribusi mengandung residual chlorine minimal 0,2 mg/L. Residual Chlorine ini berfungsi  membunuh bakteri dan virus patogen penyebab penyakit seperti diare, muntaber, kolera, dan thypus. Adanya residual chlorine pada sampel air bersih produksi Aetra menunjukkan bahwa air tersebut aman untuk dikonsumsi.

 

Distribusi

Setelah air diproduksi di Instalasi Pengolahan Air, air bersih didistribusikan kepada pelanggan melalui jaringan perpipaan, mulai dari pipa trunk main, pipa sekunder, pipa tersier dan terakhir pipa dinas ke meter air pelanggan.

 

Uji Kualitas Air

Untuk menjaga kualitas air baku yang akan dialirkan ke pelanggan, Aetra secara rutin melakukan pemantauan kualitas air baku di Intake Buaran setiap 1 jam sekali. Pemantauan kualitas air baku di sepanjang aliran Kanal Tarum Barat berlangsung 1 bulan sekali pada 11 titik pantau. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas air bersih yang dihasilkan, setiap bulan Aetra Air Jakarta melakukan pengujian terhadap 1000 sampel air bersih yang diambil dari 40 lokasi yang berbeda. Dengan metode ini, Aetra Air Jakarta dapat senantiasa menjaga standar kualitas air bersih yang didistribusikan.

 

 

Dalam perjalanannya, Aetra Air Jakarta terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru dan melakukan berbagai perbaikan agar selalu menyediakan layanan terbaiknya. Dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat setiap tahunnya, Aetra Air Jakarta berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas air bersih untuk menjaga kepuasan pelanggan.