HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Berita

TIGA TAHUN JIBAKU AETRA BERHASIL TINGKATKAN ALIRAN AIR KE JAKARTA UTARA

  • Posted by Aetra
  • 14 November 2017

Jakarta Utara merupakan daerah paling ujung pada sistem distribusi air perpipaan. Semakin ujung, semakin jauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA), berarti semakin sedikit air tersedia. Padahal,justru area inilah yang paling membutuhkan air akibat Intrusi air laut yang telah menyebabkan masyarakat Utara tak punya sumber air lain. Tak heran aktivitas pemakaian air ilegal pun marak yang berpadu dengan karakter masyarakat yang khas. Maka, satu satunya jalan mengalirkan air ke area sulit ini adalah dengan mengubah mission impossible menjadi mission possible. Aetra memulai misi ini tiga tahun lalu, hingga akhirnya, pelayanan air bersih  membaik.

“Dibandingkan tiga tahun lalu,  Konsumsi air setiap pelanggan saat ini telah meningkat sebesar 12 liter/orang/hari untuk seluruh wilayah pelayanan Aetra di Utara Jakarta, dengan asumsi 1 rumah tangga dihuni oleh 5 orang,” ujar Distribution Manager SBU (Strategic Business Unit) Utara Acim S. Kanda di ruang kerjanya, di Jl Tongkol, Jakarta Utara.

Dengan suplai air yang lebih baik tersebut sejumlah warga dari wilayah terjauh seperti kampung Sarang Bango, Lagoa, Tugu Utara, Rawa Badak, Semper Barat, Sukapura, dll, kini menerima suplai air yang lebih baik daripada  di tahun 2013 Terdapat peningkatan konsumsi di kawasan ini dengan peningkatan yang  bahkan  lebih besar daripada rata-rata konsumsi pelanggan di wilayah pelayanan utara, yaitu dari 172 liter/orang/hari pada bulan Desember 2013 menjadi 192 liter/orang/hari di Bulan September 2017 (dengan asumsi 1 rumah tangga dihuni oleh 5 orang).

Lebih dari itu, dalam membalik misi impossible menjadi possible, telah berbuah inisiatif membalik pola pengaliran air berbais pemompaan menjadi pola pengaliran air berbasis tekanan. Ini berarti Aetra memberikan suplai yang cukup di pelanggan seberapa pun pelanggan menginginkannya. Langkah Ini mendapat respon yang baik.“Masyarakat dapat mengkonsumsi air Aetra dengan layanan yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar Acim. Hal tersebut terlihat dari peningkatan konsumsi air di Utara untuk masyarakat yang menjadi pelanggan Aetra dari 176 liter/orang per hari pada akhir tahun 2013 menjadi 188 liter/orang/hari di Bulan September 2017 jelas Acim.

“Capaian tersebut kami awali dengan dengan menetapkan Tulang Punggung Sistem Pengaliran Air Jakarta Utara, memperkuat sistem pengaliran dan pemantauan air yang berbasis data. Kami juga mengubah kebijakan pola pengaliran air dari berbasis pemompaan menjadi berbasis tekanan,   serta terus melakukan perbaikan jaringan. Langkah-langkah tersebut kami  dukung dengan  peningkatan pemberantasan aktivitas pemakaian air ilegal,” jelasnya

 

PENGALIRAN BERBASIS TEKANAN

Dijelaskan bahwa sejak tiga tahun terakhir ini Aetra telah menerapkan kebijakan pengaliran air berbasis tekanan untuksemua wilayah Aetra. Sebelumnya, Aetra menerapkan sistem pengaliran air berbasis pemompaan karena kepentingan pengelolaan tingkat kehilangan air, yang memang tinggi

.

Foto : penanganan bocoran

 

“Aetra menyadari bahwa sistem pengaliran air  berbasis pemompaan tidak mendorong tingkat kepuasan pelanggan. Maka kami membalik pendekatan pengaliran, bahwa bukan kami yang mengatur seberapa besar pelanggan bisa menggunakan air Aetra, melainkan pelanggan lah yang menentukannya sendiri. Berapa pun air yang ingin pelanggan gunakan, kami berupaya untuk menyediakan air dengan jumlah yang cukup di kerannya,” ujar PCA/DMA Manager SBU Utara Heralyadi. Perbaikan ini masih terus dilakukan setahap demi setahap sampai dengan saat ini.

Konsekuensi dari kebijakan itu adalah Aetra bekerja lebih keras lagi dalam mengendalikan kebocoran air, baik oleh jaringan yang bocor, atau jaringan dijebol untuk dipasang sambungan illegal, atau meter air diutak-atik sehingga terjadi konsumi illegal yang berujung jumlah tagihan jauh lebih sedikit dari pemakaian air sebenarnya. Saat ini Aetra terus berupaya meningkatkan kualitas pengaliran air di Jakarta Utara dengan menjalankan program perbaikan jaringan, perkuatan jaringan hingga perluasan jaringan, pemberantasan aktivitas illegal, dll. 

 

TULANG PUNGGUNG SISTEM PENGALIRAN AIR

Upaya awal dalam membalik mission impossible menjadi mission possible adalah dengan keputusan Aetra membentuk Tulang Punggung Sistem Pengaliran Air untuk kawasan Utara. Tulang Punggung ini juga mengakomodasi kebutuhan untuk menopang kebijakan nasional bagi pengembangan pelabuhan Marunda serta pelabuhan Kalibaru II, sekaligus melayani area padat Cilincing dan Kalibaru. 

Pada tahap awal operasional konsep Tulang Punggung ini, sekitar awal tahun  2015, Aetra harus men-setting CDC Cilincing pada tekanan tinggi aitu 2,8 bar flat.“ Hal ini karena begitu banyak pipa-pipa kosong yang membutuhkan aliran air.  Salah satu contoh, pipa utama diameter 400 mm di dekat hotel Sepinggan, Jl Enggano Raya, Jakarta Utara,  hanya berisi air setinggi sekitar  100 mm, “ jelas Acim. Setelah itu, tekanan CDC Cilinding dinaikkan lagi secara bertahap hingga 3,4 bar guna mendukung pola pengaliran air berbasis tekanan.

Bulan September 2017,  Aetra telah menaikkan pula kapasitas Pompa Tekan dan menaikkan tingkat tekanan air yang disalurkan ke jaringan distribusi di Pompa Tekan Tugu yang sudah beroperasi sejak 2008, serta membangun Pompa Tekan Sunter Permai yang diharapkan akan beroperasi dalam tahun ini juga.

PENGALIRAN BERBASIS DATA

Konsep Tulang Punggung ini didukung juga oleh sistem pengaliran dan pemantauan aliran berbasis  data menggunakan teknologi informasi, Data Logger. Di sini, Aetra menambah jumlah data logger untuk mengetahui pola pemakaian air pelanggan.Logger-logger itu kemudian dimonitor oleh lima petugas untuk mempelajari data aliran, tekanan, pengaliran air serta data pemakaian air setiap hari.

Dengan data dari logger, Aetra dapat mengetahui kemana dan saat mana air harus diarahkan secara tepat guna.Dengan data data itulah, Aetra bisa menentukan katup-katup pipa air mana saja di jaringan yang harus dibuka atau disesuaikan berdasarkan kebutuhan suatu area. Pengaturan katup pipa air ini, sepert ijuga halnya kasus pemakaian air ilegal, juga tak kalah menghadapi tantangan akibat tingginya kepentingan air di Utara di tengah keterbatasan air di masalalu. Satu persatu tim Aetra mengurai persoalan ini, kalau perlu meminta bantuan pihak berwenang.

Dengan bantuan teknologi informasi, Aetra berupaya mengalirkan air dengan jumlah yang lebih baik dalam mempertemukan supply & demand berikut kekhasan pola pemakaian airnya. Dari data logger terlihat konsumsi air di wilayah utara akan tinggi pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00 siang hari. Pola pemakaian air ini berbeda dengan di area Selatan, di mana pemakaian airnya akan tinggi pada awal pagi yaitu sekitar pukul 05.00 - 08.00 serta pukul 16.00 - 19.00 WIB.

Pola konsumsi air yang berbeda inilah yang awalnya mendorong Aetra untuk mengimplementasi pola pengaliran air berbasis tekanan, sebagaimana dijelaskan di awal tulisan ini. “Di sini, kami mengalirkan air dengan tekanan dan jumlah yang cukup terutama untuk siang hari.Ternyata pendekatan ini mendapat sambutan dari masyarakat,” ujar Heralyadi. Hal ini juga terbukti dengan adanya kenaikan konsumsi air oleh pelanggan

Akhirnya aetra menerapkan pola ini untuk seluruh wilayah Aetra.“Inisiatif ini terdukung juga oleh peningkatan kapasitas produksi dari Instalasi Pengolahan Air Buaran dan Pulogadung serta peningkatan kapasitas pompa-pompa tekan, “jelas Acim menjelaskan kerjasama erat dengan tim Production & Trunk Mains yang memproduksi air dan mengatur pemompaan air.

PERBAIKAN JARINGAN

Selain ketiga hal di atas, Aetra tetap meneruskan tugas rutin seperti perbaikan jaringan, perkuatan jaringan,  maksimalisasi suplai air, menangani kebocoran. “Semua aktivitas ini dapat memberikan ketersediaan air yang lebih banyak bagi para pelanggan dant entunya akan terus meningkatkan kepuasan pelanggan,” ujar Acim dan Heralyadi bersamaan.

 

Aktivitas perbaikan jaringan (network Improvement) di Utara telah memungkinan Aetra untuk mengistirahatkan  pompa tekan Sungai Bambu pada Februari 2017, sehingga Aetra dapat fokus mengefektifkan kapasitas Pompa Tekan Tugu, serta membangun Pompa Tekan Sunter Permai yang berlokasi di Jl Sunter Permai, Jakarta Utara untuk meningkatkan suplai air setidaknya di tujuh kelurahan  yaitu  Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan Timur, Sunter Agung (sebagian), Tanjung Priok (sebagian), Ancol, Gunung Sahari Utara, serta Papanggo (sebagian).

Meskipun pelayanan telah meningkat dari sebelumnya, Aetra akan terus meningkatkan pelayanannya karena masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan komitmen Aetra untuk terus berkomitmen meningkatkan kinerja penyediaan air di kawasan ini lebih baik dari sebelumnya ***

Foto : Aktivitas penangan kebocoran pipa, Utara